Percuma..
Percuma jika kau bertahan..
Percuma jika kau memilih untuk tetep lurus.
Sedangkan hatimu tlah menyimpang.
Tak akan ada kebaikan dari itu semua
Tak ada kebaikan dari sebuah pembohongan diri.
Hanya timbulkan sesal diri
Dan juga sakit hati.
Bukan dirimu tapi juga orang yang sedang bersamamu.
Lebih baik kau jujur.
Itu lebih baik.
Daripada menutupi kebohongan yg cepat atau lambat akan menguancurkanmu.
Jun'89(28/05/2014)
Sebuah tempat menyimpan knangan tntang dirimu,
yg kmudian mengabur berlalu.
sebuah kisah terungkap kmudian tenggelam.
tak lama,hanya berbatas hari,
karna kita hidup dalam rentan waktu yg berbeda.
tiada lain tempat itu hatiku. Keadaan bgitu cpat berubah.
Ku begitu terpikat dirimu yg smakin berlalu.
hilang tertelan angin bersama badai yg kuciptakan,
karna kebutaan mata hatiku tentang dirimu.
Kenangan membuatku undur diri dari hatimu,
Daxsmakin ku tau tiada celah untuk Q bersamamu.
pamit pada kekokohan hati yg tlah terisi.
tentu pula q tak bisa memaksa tanganQ menyentuh relung hatimu yg dalam.
bahkan mungkin terdalam yg dimiliki stiap insan.
Maka tak salah jika Q melupakan
wajah,
bayangan,
dan tubuh itu.
strategiku tak mampu pecahkan kebekuan hati itu.
tetap saja beku
dan sulit terjamah.
angin tlah melenggangkan sbuah kisah yg tak terduga,
kisah yg lenyap,
mengabur terlupa
walau sulit,
teramat sulit.
Tak perlu lagi ku menunggu khadiranmu.
Yang sejenak begitu saja berlalu,
Dan meninggalkan knangan yg mengharu biru.
sebuah masa lalu yg seharusnya dilupakan,
Yang takkan pernah memberi arti pada masa depan yg blum pasti.
Setiap langkah yg aku ambil,
hanya menimbulkan biasan masa lalu yg mengusik hati.
Dan ku memilih tuk terdiam lalu pergi.
pergi menuju ambang batas yg takan pernah engkau sadari.
Daun daun senja sibuk menghindari angin yg akan menggugurkannya.
telah sampailah pada waktunya,
seperti mentari yg kelelahan menghias hari.
angin tertiup begitu hening.
tanpa paksaan ku larutkan dalam suasana sore yg muram.
melamurkan kEpingan waktu lalu tanpa ada kesan.
hanya ada satu yang membuatku hingga kini bertahan.
cinta yg dulu terabaikan,
Dan kini hendak dipertahankan.
Sepekan lalu kalimat ingkaran diucapkan,
Tanpa pikir panjang.
ingkaran yg tak dibayangkan,
Ingkaran yang akan jadi bumerang di masa yg akan datang.
tanpa penjelasan dalam pembicaraan di malam yg kelam,
ia menjadi kisah untuk kisah yg akhirnya tertutup.
Tanpa kata,
kalimat,
Dan perbuatan.
Hanya meninggalkan knangan.
Jiwa yg tak pernah lepas dari sekapan yg menghimpit,
mendesak,
juga memilukan.
kemungkinan yg sulit dihadirkan dalam dunia tak maya.
dunia nyata,
yang setidaknya telah membuatku sakit.
lalu berharap masa lalu kmbali karna salah sepihak.
harapan yg sepertinya memudar sebelum sempat tuk ditiupkan.
karna angin yg membawanya,
pergi tanpa tujuan yg pasti.
smua karna aku tak memiliki kekuatan jiwa yg besar dalam tbuh ini...(Jun'89)
Terbujur kaku masa laluku.
Terdiam membisu kenangan-kenanganku. tersimpan rapi dalam hati
,... Suka
..,duka
..,dan kecewaku.
Air mata masi saja tumbuh di sela waktuku,
Seakan smuanya bermuara di kedua pipiku.
Izinkan ku sejenak tuk hinggap di pundakmu,..
Tuk skedar puaskan hasrat air mata ku.
Pikir ku Terlalu sempit tuk tampung pengetahuanku..,
Dan tubuh miniku terlalu kecil buat ku...,
Terlalu kecil buat menampung kejamnya kenyataan ku.
Pinjami aq kedua telapak tanganmu.,
tuk redakan cucuran air mata ku.
Dan berilah utuh isi hatimu.., agar ku tau ,
Kau ada untuk ku.(Jun'89)
Angin tlah membawaQ ktempat bradamu,
wangi yg ingin Q lupakan itu tertinggal di sudut hati yg smakin perih ini.
luka,
ada luka yg lantas mengering.
tertiup angin yg tak bgitu basah.
pesonamu membuat Q mabuk,
mabuk dan terjatuh.
tak bisa kembali.
Jantung Q mulai melemah dtaknya,
nadIQ trasa tersmbunyi dalam rangka terdalam tubuh ini.
Q rebah tak berdaya dan mulai menyerah pada hdup,
karna tak kudapatkan engkau.
Manusia-manusia itu pasti bpikir,
Q ini bodoh.
hanya memikirkanmu dan kenanganmu.
tapi mereka tiada pernah tau apa arti cintaQ.
karna hanya aku yg tau.
dan bahkan U juga tidak tau bukan?
mengenangmu terhampar berbagai rasa yg memenui hati juga rasaQ.
cinta yg brbalut rindu,
rindu yg berbalut sakit,
dan sakit yg berbalut dirimu.(jun'89)
Malam akhirnya datang menunggui aq yg tak juga ttidur.
ragaQ lelah stelah shari bersamamu meniti langkah yg tak pasti.
Entah mengapa U mnjdi bisu dan memilih tak bertemu.
Aq jalani hidup sendiri,seumpama daun2 gugur ke bumi.
juga ktika Q harus menatap senja di dalam rumah yg tlah Q siapkan Untukmu.
langit tetap biru dngan smburat menggambarkan bagaimana raut wajahmu yg tiada Q lupakan.
hutan masih saja hijau tanpa peduli aq merana karna ketiadaanmu.
lama Q tunggu tiada Q dngar kabarmu.
Kebekuanmu tak membuyarkan ingin hati Q.
kebekuan yg tak cepat meleleh,
bgitu dingin,
sedingin diri Q yg tiada memilih sosok lain selain dirimu dan knangan skejap bersamamu
Mgkin qta hanya bersua lewat kata.
dan bertemu lewat suara.
qta pun blum pernah bertatap muka.
namun isakmu mengusik hati Q.
sedihmu hancurkan hatiQ.
Mgkin Q yg terlalu perasa.mgkin hati terlalu perduli.
Hingga ktika ada air mata.
tangis Q ikut membahana.ingin Q didekatmu.
Pinjamkan tangan Q tuk hapuskan air matamu.
dan pinjamkan bahu Q tuk puaskan sedu sedanmu.
Q tak tau,
sungguh2 Q tak tau.
mengapa q bisa rasakan sdihmu,
sdangkan Q belum jua berjumpa dnganmu.
namun mgkin smua karna Q pernah alami kisahmu,
shingga hati Q pun bersedih untukmu.
dan satu hal yg harus U tau. Q hanya ingin liat snyummu.dan smga Q dapatkan itu.
ktika kelak Q jumpa dnganmu.
untukmu sahabat maya Q.
Kubuka buku usangku.
buku penuh kisah hidupku.
Melalui penaku kutuliskan kesedihanku.
senandungku lagukan awan kelabu.
sesendu awan biru yg berubah menjadi abu-abu.
tanpa terasa basah sudah buku ku.
basah oleh airmata ku.
mengingatmu,
menyayat hati ku.
mengenangmu,
menusuk sukmaku.
tiada terasa damai di jiwa.
berganti lara kecewa.
skelumit kisah di awal februari.
Yg kini tlah musnah pergi.
yg tersisa hanya bayang ilusi. Goresan pena tinta hati.
berwarna kelabu.berbalur pilu.
Tiada teredam tangisan mata.
berlinang sudah butiran berharga.
dan q tak tau sampai kapan waktunya tiba.
ktika q dapat tersenyum bahagia. Smua janjimu ternyata palsu.
hanya menusukQ bagai smbilu.
namun trimakasih kasih atas sakit yg kau beri.
membuat Q tuk dapat berpikir lagi.
jikalau nanti q cari pengganti.(Jun'89)
Masihkah ada tanya?
Manakah yg menanti Qta?
... Surga..?
neraka..?
Towkah harus.. ucap dan buat qta sendiri yg bicara Qta tlah menjauh dari_Nya
Apakah smua bencana yg melanda Belum mampu buka mata dan telinga.
Haruskah merapi dan sgala pijar nyalanya.
Luluh lantahkan jogja,
Tuk sadarkan Qta tuk kembali padanya.
Sadarkan tentang apa dan siapa Qta,
ucap Qta,
buat Qta.
Tiada kata terlambat tuk sbuah tobat.
Slama masi ada detak dalam jiwa.
Sbelum diri dimakan bumi. Izinkanlah kami kembali.
Ke dalam jalan_Mu Ya Robbi.(16/11/2010)
Pahlawan Itu... Bukan dia yg merelakan harta benda, Bukan juga yg merelakan nyawa. Pahlawan itu... Tidak hanya yg mengangkat senjata. Dan berdiri kokoh di atas bangkai musuh musuhnya.
Pahlawan itu... Mgkin juga bisa Qta. Atau mgkin juga bisa teroris yg dibakar massa.
Karna pahlawan itu.. Orang yg memperjuangkan ideologinya. Orang yg tak kenal pamrih untuk sesama. Walau terkadang mereka terlupa oleh dunia, Ktika mereka hanya tinggal nama.
Dua purnama tlah berlalu,
Begitu pula juga sosokmu.
U pergi meninggalkan memo kecil di hati,
Tanpa kata,
Tanpa suara,
Hanya luka.
.... Ya! hanya sberkas luka yg tersisa.
Peninggalan darimu yg tak kan lekang oleh waktu.
Tetap membekas di hati Q Walau dua PURNAMA tlah berlalu.(Jun'89)
Teringat sbuah ucapan dari Bunda.ktika terkandasnya mimpi Q tuk yg pertama. "hidup bagaikan naik sepeda nak, Tak selalu terus lurus. Kadang berkelok-kelok,dan berbatu batu. Anggaplah jalan yg didepanmu. Masa depan U. Dan jalan di belakanggmu adalah masa lalumu. Jangan terlalu berlebihan U tatap jalan depanmu, kadang pula U harus lihat yg ada di belakangmu. Namun jangan terlalu sering U menengok ke belakang. karna U akan terhambat tuk maju ke depan"
13 tahun terlalu singkat bwat Q mengenalMuw.tak pernah letih U menghapus perihQ.Tutur katamu bangkitkan smangat Q.Ktika smua meninggalkan Q, U peluk Q dngan sejuta cinta.Q bangga akan dirimu.walau sendirian U mampu membesarkaNQ,mendidikQ dngan ptuah2mu.7 tahun tlah berlalu.Q tlah berubah IBU,Bisakah U melihatQ? masihkah tersimpan kecewaMu?
Ibu hingga putaran waktu berlalu,ternyata Q blum mampu membanggakanmuw! Adakah maaf tersisa darimu untuk putramu?atas smua salah khilaf Q padamu?Q ingin terisak tenggelam airmata di pelukmu,seperti hari2 Q yg dulu.
Maafkanlah Q IBU.dalam stiap lelap&terjagaQ,Q slalu brharap melihat senyummu.senyum indah yg U bri untuKQ sesaat sblum U tinggalkaNQ!senyum yg sama sperti dahulu.taukah dikau,kini Q hanya bisa tersedu & membisu,ktika Q tatap kumpulan album biru.album kpingan masa lalu. Yg kan slalu abadi di lubuk hati dan jiwa Q. Dan IBU mgkin malam ini hanya hati Q lah yg tau sberapa besar rindu Q kpadamu!
(Jun'89)
<p>Ktika waktu menuntunmu menuju pembaringanmu.kau kan tersadar brapa cpat htungan masa itu.masihkah kan kau siasiakan 1 detikmu,dngan penyesalanmu yg buntu?tangis,tawa,suka,duka tlah ditetapkan. Tiada yg perlu disesali.jikalau kgagalan adalah awal dari kberhasilan maka rangkaian musibah itu adalah anugrah.anugrah dari pencipta tuk mahluk yg disayanginya.laksana pelangi yg bertahta di langit senja dikala hujan sore tlah reda(jun'89)</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguXwHDBWqTlVy1nQap0hgCvgtoMa0_Z6AcTNB_LsXVtASV4AiIHEdDIcvuEOtXv5hbBqJDBWg2nHgtCV8OY3p-jZL7c4eXGy__hYDQY5NKCD9U0DznaZUuEI6_VXRA_3uMukf_wybhBzs/s1600/screenshot_2014-02-23_2111.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"> <img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguXwHDBWqTlVy1nQap0hgCvgtoMa0_Z6AcTNB_LsXVtASV4AiIHEdDIcvuEOtXv5hbBqJDBWg2nHgtCV8OY3p-jZL7c4eXGy__hYDQY5NKCD9U0DznaZUuEI6_VXRA_3uMukf_wybhBzs/s640/screenshot_2014-02-23_2111.png"> </a> </div>
Tik.. Satu detik berlalu tanpa tanya lebih dulu.tik.. Satu detik berganti tanpa mau permisi. Tik... 1 detik berlalu tanpa sadar bahwa qta tlah disapanya. Masihkah harus menunggu ribuan detik tuk tersadar.haruskah detik2 berlalu tanpa permisi yg kelak kan jadi sesal di hati. Masihkah Dirimu mencari detik2mu yg berlalu.bukan dirimu bukan pula jiwamu,namun hatimu yg kan menjadi pilu jikalau smua berlalu.jangan ada air mata ketika U meminta detik2 itu menunggumu,sedangkan ia tak menanggapimu.dan smoga tiada sesal ktika detik2 itu berlalu membawa juga hari2mu.mgkin U takan pernah tau mengapa slalu U buang waktumu dngan hal2 yg membuatmu sendu.mgkin pula U hanya bisa terbangunkan dari fiksi duniamu saat Detikdetik itu juga membawamu berlalu.dan ktika tiba saat itu mgkin hanya akan ada sesal hatimu. Cobalah peluk detik2mu jangan biarkan ia pergi tanpa arti.karna kau dan aq sama2 tak tau.mgkin 1 dari detik2 itu yg kan bisa menyembuhkan luka dalam hatimu
Jangan U tanya mengapa,
Karna Q tak tau apa sebabnya. Jangan u tanya bagaimana,
Karna aq pun tak tau,
apa yg akan datang dan apa yg akan pergi.
Mgkin sudah di suratkan ilahi,
bahwa smua ini harus terjadi.
Atau mgkin hanya hati yg tak mau saling mengerti.
Yg q tau pasti smua tlah jadi pecahan memori.
Keping puing yg tak bisa menyatu lagi.
Tapi tenanglah karna dunia tak berhenti disini.
Walaupun mgkin dunia tak bisa seindah kemarin,
saat qta bersama.
Dan simpanlah sejuta tanyamu karna duniamu tak sama dengan dunia Q.
Dan biarlah tetap seperti itu(Jun'89)
Ada yg salah, Ada yg salah dalam diri Q, Entah itu pikir Q,atau mungkin hati Q. Smua tanya berkecamuk dalam jiwa.entah aq kurang merasa atau hanya karna hati memang tak bertelinga. Seakan ada yg hilang,namun tak q mengerti apa yg tlah hilang. Sepertinya lengkap,namun terasa ada yg tertinggal. Satu yg pasti adalah.tiada yg bisa mengisi ruang kosong dalam hati ini,smenjak U tinggal pergi.dan ruang itu masi kosong hingga kini.